Padepokan-IT.com melayani pembuatan website, mulai dari Company Profile, E-commerce, sampai web portal... Dengan harga yang sangat terjangkau.
Sponsor Anda : Herimurti

5 Anggota Terbaru


  • tyo (jakarta)
  • muhammad devid (pasuruan)
  • syafrudin (Pati)
  • yadi supriyadi (sumedang)
  • JAMALUDDIN (lsk)
  • Banner

  • Hubungi Kami

    Sms : 081392423596
    Email info@padepokan-it.com
         
    Alamat  :  Jl. Tluwah, Rt. 03 / 01 Juwana - Pati
  • Link

  • Nonton TV Online Yuk

  • Categories

  • Produk Padepokan IT

  • Login

  • Online Support

    24 x 7 Online Support

    Erly
    Danang
    Ridwan
  • Artikel Terbaru

  • Cara Pembayaran

     
     a/n : Erly Ermawan
     Rek : 0109882003
     
     
     a/n : Erly Ermawan
     Rek : 8610063668
     
     
     a/n : iis widiyastuti
     Rek : 137-00-0576553-8
  • TopOfBlogs Powered by  MyPagerank.Net
  • Arti Membaca

    January 27th, 2010 by padepokan-it.com

    Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu. Dengan membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi, dan meningkatkan ilmu pengetahuannya. Menurut Bowman and Bowman (1991: 265) membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Dengan mengajarkan kepada anak cara membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu memberi suatu teknik bagaimana cara mengekplorasi “dunia” mana pun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.

    Membaca bukanlah suatu kegiatan pembelajaran yang mudah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca. Secara umum faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi seperti guru, siswa, kondisi lingkungan, materi pelajaran, serta teknik mempelajari materi pelajaran.

    Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca adalah penguasaan teknik-teknik membaca. Ada beberapa teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi membaca yang baik, diantaranya dengan teknik survei, question, read, recite, dan review (SQ3R), dan teknik scanning and skimming. Penelitian ini dilakukan untuk membuktian apakah teknik skimming dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar membaca serta mengevaluasi apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dan perempuan.

    Perbedaan hasil belajar membaca antara siswa laki-laki dan perempuan yang diajar dengan teknik skimming dianggap perlu untuk diteliti karena menurut teori keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam minat baca dan kemampuan linguistiknya. Misalnya, secara teori kemampuan linguistik perempuan pada umumnya berkembang lebih dahulu dan lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki. Harris (1998:58) mengatakan bahwa laki-laki
    dan perempuan mempunyai perbedaan dalam sikap belajar. Misalnya
    perempuan biasanya menggunakan strategi belajar yang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Perbedaan karakteristik ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan skimming mereka.

    Menurut Wiener dan Bazerman (1978: 65), skimming adalah proses
    membaca cepat untuk mencari fakta. Orang yang membaca dengan
    menggunakan teknik skimming harus melihat kalimat-kalimat yang
    diperkirakan mengandung informasi yang diperlukan secara cepat untuk mendapatkan fakta-fakta yang ada dalam setiap paragraf. Jadi, ketika seseorang melakukan skimming, ia berarti tengah mencari jawaban dari suatu pertanyaan. Untuk melakukan proses skimming dengan benar perlu diperhatikan langkahlangkah sebagai berikut :( 1) Seorang pembaca perlu memastikan bahwa dirinya mengetahui informasi yang dibutuhkan, (2) Seorang pembaca harus melihat baris demi baris, kalimat per kalimat secara cepat, (3) Seorang pembaca perlu mengingat dan berpikir tentang informasi yang dibutuhkan selama ia melakukan proses skimming, dan (4) Pembaca perlu memperlambat proses skimmingnya ketika mendapatkan kalimat-kalimat yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi yang dicarinya.

    Mikulecky (1990 : 138-139) menambahkan bahwa skimming adalah salah satu teknik membaca secara cepat. Skimming yang efektif memerlukan kemampuan pembaca untuk dapat memproses teks secara cepat sehingga mendapatkan gambaran umum tentang teks tersebut. Skimming berbeda dengan scanning, teknik lain membaca secara cepat. Scanning berguna untuk menemukan informasi khusus dari sebuah teks, seperti nomor telepon, sebuah kata di kamus, tanggal lahir pada buku biografi dan lain-lain. Akan tetapi, skimming lebih komprehensif. Skimming yang efektif membutuhkan pengetahuan tentang organisasi teks, kata-kata kunci (lexical clues), kemampuan untuk menentukan pikiran utama (main idea), dan kemampuan membaca lainnya.

    Skimming dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dan untuk menentukan apakah akan meneruskan membaca atau tidak, atau untuk me-review teks yang telah dibaca.

    Langkah-langkah yang disarankan Mikulecky (1990) untuk melakukan skimming pada sebuah artikel adalah sebagai berikut: (1) Bacalah paragraf pertama dan kedua untuk mendapatkan overview dari sebuah artikel, (2) Pada paragraf ketiga dan selanjutnya, mulailah tinggalkan bagian-bagian yang tidak diperlukan dan bacalah kalimat-kalimat dan frase-frase kunci untuk mendapatkan main idea dan beberapa detail yang dibutuhkan, dan (3) Bacalah seluruh paragraf terakhir yang biasanya merupakan sebuah rangkuman dari sebuah artikel.

    Wak Katok dalam novel Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis (1975), misalnya, merupakan tokoh dukun palsu yang jahat. Buyung, tokoh pemuda yang cerdas dan baik, yang pada mulanya sangat percaya dan tertarik pada “ilmu” Wak Katok, mengalami “pendewasaan” yang cukup dahsyat dan akhirnya dia bukan saja menyadari bahwa “ilmu” Wak Katok itu palsu, tetapi juga bahwa “ilmu” seperti itu sebetulnya tidak perlu dan tidak baik. Pesan yang penting adalah bahwa manusia sebaiknya berusaha dengan “jujur” saja tanpa menggunakan bermacam-macam ilmu gaib, jimat, dan sebagainya, dan bahwa kepercayaan pada kekuatan gaib yang ada dalam masyarakat sebetulnya kurang menguntungkan karena dengan mudah dapat disalahgunakan oleh “pemimpin” semacam Wak Katok.

    Pak balam di terkam harimau dan dikaitakan dengan dosa yang telah dilakukannya.dikirim tuhan untuk semuanya agar mengakui semua dosa yang telah dilakukan. Wak katok meras terhina dengan kata itu. Dan akhirnya dia mulai melemah ketika melihat sutan dan talib diterkam harimau.wak katok berusah mebunuh harimau itu,tpi tdk berhasil.dan ia merasa ketakutan.dimata buyung wak katok orng yang tidak benar, telah membunuh temannya zaman belanda, memperkosa siti rubiyah, menceritakan kehebatnya sendiri untuk menutupi kelemahan sendiri.wak katok tipe oarng yang tdk jujur.

    Kejujuran, kebersihan hati, kepemimpinan adalah tema utama dalm novel HH. Tkoh utama Wak Katok. UNTUK MENJADI SEORANG PEMIMPIN SESEORANG ITU HARUS DAPAT MEMIMPIN DIRINYA TERLEBIH DAHULU DAN DAPAT MENUNDUKAN KEJAHATAN DEMI KEHIDUPAN UMAT MANUSIA. Novel ini membongkar kehidupan manusi mereka yang sikapnya alim belum tentu dirinya baik.hariamau itu sifat pemalsuan, sombong. Hutan diganmbarkan dengan suatu keadaan yang kacau, burung gagak.

    http://segero.hufs.ac.kr/seasia/journal/11/11-
    6%E3%80%8EPENELITIAN%20TENTANG%20NOVEL%20HARIMAU.pdf

    Seseorang pelajar lazimnya terpaksa banyak membaca. Dalam konteks sekolah bestari, pelajar digalakkan mendapatkan maklumat dari pelbagai sumber. Mereka membaca untuk pelbagai tujuan. Ada masanya mereka perlu membaca secara meluas atau ekstensif. Ada masanya pula mereka perlu membaca secara intensif atau mendalam. Untuk menjadi seorang pembaca yang berkesan, pelajar perlu menguasai dan mengamalkan beberapa teknik membaca. Oleh itu guru perlu membimbing pelajar pelajar menguasai teknik-teknik tersebut dari peringkat sekolah rendah lagi.

    Dalam konteks sekolah, pelajar membaca untuk tujuan-tujuan seperti yang berikut; untuk mendapatkan maklumat atau fakta berkaitan dengan sesuatu tajuk atau perkara untuk mendapatkan gambaran keseluruhan tentang sesuatu tajuk atau perkara untuk memahami sesuatu persoalan atau menjelaskan kefahaman tentang sesuatu konsep untuk mengumpul pelbagai pendapat berkaitan dengan sesuatu persoalan Secara umumnya seseorang perlu menguasai dua teknik membaca, iaitu; membaca pantas membaca kritis Untuk membaca pantas seseorang boleh menggunakan teknik skimming dan scanning, manakala untuk membaca dengan kritis seseorang boleh menggunakan teknik seperti KWLH dan SQ3R.

    Teknik Membaca KWLH, KWLH adalah singkatan bagi yang berikut;

    K (know) Apa yang telah diketahui (sebelum membaca)
    W (want) Apa yang hendak diketahui (sebelum membaca)
    L (learned) Apa yang telah diketahui (selepas membaca)
    H (how) Bagaimana untuk mendapat maklumat tambahan – yang berkaitan (untuk membaca seterusnya)

    Apa yang jelas dari penerangan tersebut ialah suatu teknik membaca kritis di mana pembaca; mengingat dahulau apa yang telah diketahui membayang atau menentukan apa yang ingin diketahui melakukan pembacaan (bahan yang telah dipilih) mengetahui apa yang telah diperoleh dari pembacaan yang baru dilakukan menentukan apa lagi yang perlu diperoleh (sekiranya perlu membuat pembacaan seterusnya) Teknik pembacaan akan membolehkan pelajar mengaitkan pengetahuan yang sedia ada dengan apa yang dibaca menentuka apa yang telah diperoleh dari pembacaannya, dan
    menentukan apakh lagi bahan yang perlu dibaca sekiranya ingin mendapat maklumat tambahan Survey (tinjau) ialah langkah membaca untuk mendapatkan gambaran keseluruhan tentang apa yang terkandung di dalam bahan yang dibaca. Ini dilakukan dengan meneliti tajuk besar, tajuk-tajuk kecil, gambar-gambar atau ilustrasi, lakaran grafik, membaca perenggan pengenalan, dan perenggan terakhir di bahagian-bahagian buku atau teks. Di sini juga pelajar sebenarnya menggunakan teknik membaca pantas iaitu skimming dan scanning.

    Question (soal atau tanya) ialah langkah yang memerlukan pelajar menyenaraikan satu siri soalan mengenai teks tersebut setelah mendapati teks tersebut berkaitan dengan keperluan tugasannya. Soalan-soalan tersebut menunjukkan keinginan pembaca tentang maklumat yang ingin diperoleh dari bahan tersebut, dan ianya menjadi garis panduan semasa membaca kelak. Pelajar akan cuba mencari jawapan kepada soalan-soalan tersebut.

    Read (baca) ialah peringkat pelajar sebenarnya membaca bahan atau teks tersebut secara aktif serta mencuba mendapat segala jawapan kepada soalan-soalan yang telah disenaraiakannya sebelum ini. Ketika membaca, pelajar mungkin juga akan menyenaraikan soalan-soalan tambahan, berdasarkan perkembangan kefahaman dan keinginannya sepanjang melakukan pembacaan. Pelajar mungkin juga mempersoal pendapat atau maklumat yang terdapat yang ditemuinya.

    Recite (imbas kembali) ialah peringkat yang ketiga.Setelah selesai membaca, pelajar cuba mengingat kembali apa yang telah dibaca dan meneliti segala yang telah diperoleh. Pemilihan maklumat yang sesuai dilakukan dalam konteks tugasannya. Pelajar juga boleh cuba menjawab soalan-soalan yang disenaraikan sebelumnya tanpa merujuk kepada kepada nota atau bahan yang telah dibaca.

    Review (baca semula) merupakan peringkat terakhir. Pelajar membaca bahagian-bahagian buku atau teks secara berpilih untuk mengesahkan jawapan-jawapan kepada soalan yang dibuatnya di langkah ketiga. Pelajar juga memastikan tiada fakta penting yang tertinggal.

    Skimming dan Scanning Teknik skimming dan scanning ini sesuai digunakan untuk pembacaan bahan yang ringkas seperti sesuatu petikan mahu pun bahan bacaan yang lebih panjang seperti buku, jurnal dan majalah. Dalam pembacaan sesuatu petikan, kita hanya memberi perhatian kepada idea penting setiap perengan untuk mendapat gambaram umum. Idea-idea khusus sengaja diabaikan. Dalam pembacaan sesebuah buku pula. fokus kita diberikan kepada bahagian tertentu di dalam buku itu seperti pengenalan, prakata, isi kandungan, tajuk utama, rumusan pada akhir bab dan rujukan indeks untuk mendapat gambaran umum tentang perkara yang dibaca. Scanning ialah pembacaan cepat untuk mendapat maklumat yang khusus dan bukan untuk mendapat gambaran keseluruhan sesuatu bahan bacaan. Pembacaan cara ini boleh melangkau bahagian-bahagian tertentu yang difikirkan kurang penting. Ketika kita membaca, kita akan menggerakkan mata kita dari atas ke bawah dengan pantas mengikut muka surat petikan yang dibaca sambil menberi tumpuan kepada maklumat yang dicari. Oleh yang demikian, pembacaan cara ini adakah lebih cepat daripada pembacaan cara skimming. Dalam konteks pembelajaran, skimming dan scanning boleh digunakan bersama. Biasanya, kita boleh membaca cara skimming untuk menentukan kesesuaian sesuatu bahan bacaan . Jika bahan berkenaan itu didapati sesuai maka kita boleh menggunakan teknik scanning untuk mendapatkan maklumat khusus yang dicari.

    TIDAK ADA ARTIKEL TERKAIT.

    Tolong beri komentar dong....

    Komentar Anda akan berguna untuk kemajuan web ini.

    Mohon maaf, komentar yang menggunakan email palsu atau komentar bernada negatif atau cemooh secara otomatis akan terhapus karena dianggap spam.

    Keyword yang sering dipakai :

    One Response to “Arti Membaca”

    1. teeth whitening Says:

      I loved your blog theme! Did you develop it yourself or is it downloadalbe from somehwere?

    Leave a Reply


    Mau duit dari internet? Bergabunglah dengan program afiliasi web design Padepokan IT.... Mudah dan GRATIS!!!